Kroasia Berusaha Melupakan ‘Mimpi Buruk 2008

Kroasia Berusaha Melupakan 'Mimpi Buruk 2008

Agen Bola Online ,Paris – Delapan th. silam, Kroasia miliki narasi tak mengenakkan saat hadapi Turki. Tim garapan Ante Cacic itu juga berupaya melupakan mimpi jelek itu.

Pada 20 Juni 2008, dalam satu pertandingan yang dihelat di Stadion Ernst-Happel, Wina, Austria, Kroasia tampak sebagai unggulan hadapi Turki. Duel ke-2 kesebelasan saat itu yaitu untuk memperebutkan satu ticket ke babak semi final Piala Eropa 2008.

Tak susah untuk mengunggulkan Kroasia, yang saat itu diakukan oleh Slaven Bilic, pria yang saat ini jadi manajer West Ham United. Kroasia berhasil menyapu bersih semua kompetisi di fase group dengan kemenangan, termasuk juga menaklukkan Jerman –yang nantinya jadi finalis– dengan score 2-1.

Akan tetapi, di pertandingan perempatfinal di Ernst-Happel itu, Kroasia hadapi perlawanan alot Turki. Kroasia bisa tampak agresif serta menguasai, namun Turki dengan santainya bertahan sambil menanti peluang untuk lakukan serangan balik.

Pertandingan juga dilanjutkan ke babak penambahan sesudah score, sepanjang 90 menit pertandingan, tetaplah bertahan di angka 0-0. Saat Ivan Klasnic cetak gol di menit ke-119, dengan kata lain satu menit sebelumnya babak penambahan selesai, kelegaan merebak di kubu Kroasia. Sedikit lagi mereka melaju ke semi final.

Tetapi, kebahagiaan kubu Kroasia dibatalkan oleh gol Semih Senturk pada menit ke-120. Score beralih jadi 1-1 serta kompetisi dilanjutkan ke babak adu penalti.

Kroasia juga mesti rasakan segi getir dari dunia sepakbola : tampak bagus, namun pada akhirnya tersingkir juga. Di babak adu penalti itu, empat penendang mereka tidak berhasil. Sesaat tiga penendang Turki saat itu, Arda Turan, Semih Senturk, serta Hamit Altintop semua berhasil. Turki juga maju ke semi final dengan kemenangan 3-1 di babak adu penalti.

Turan masihlah ada di scuad Turki sekarang ini. Demikian juga dengan Darijo Srna –satu-satunya penendang Turki yang berhasil di adu penalti delapan th. silam–, Ivan Rakitic, serta Luka Modric juga masihlah ada di scuad Kroasia yang saat ini.

Baca Juga : Henry Sarankan Vardy Terima Pinangan Arsenal

Kekalahan itu, kata Srna, bikin Kroasia belajar masalah ciri-ciriistik tim Turki. Ia juga menginginkan meyakinkan kalau narasi sama akan tidak terulang saat ke-2 kesebelasan berjumpa di Stadion Parc des Princes, Minggu (12/6/2016) malam WIB.

” Itu yaitu memori yang menyakitkan buat beberapa pemain serta supporter kami. Kompetisi saat itu demikian susah serta kekalahannya menyakitkan, ” tutur Srna pada The Independent.

” Turki telah tunjukkan kalau kita semuanya mesti bermain hingga detik paling akhir, serta tunjukkan begitu kuatnya mentalitas mereka. Mereka yaitu beberapa petarung, serta kami mesti dapat hadapi itu, ” kata Srna lagi.