http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2018/06/stream_img.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Gelandang timnas Spanyol, Saul Niguez menegaskan bahwa federasi sepak bola Spanyol (RFEF) telah mengambil langkah yang terlalu ekstrem saat memecat Julen Lopetegui dua hari jelang laga pertama Spanyol di Piala Dunia 2018 Rusia.

Dia menilai pihak federasi telah semena-mena saat membuat keputusan tersebut. Presiden RFEF, Luis Rubiales mendapat banyak kritik karena membiarkan emosi menguasainya saat membuat keputusan.

Sempat terjadi beberapa konflik di internal tim sesudah pemecatan Lopetegui tersebut. Tetapi akhirnya para pemain berhasil bersatu dan mengatasinya di bawah pelatih anyar, Fernando Hierro.

Menurut Saul, salah satu yang paling mengecewakan adalah pihak federasi mengambil keputusan sepihak tanpa mendiskusikan dengan para pemain terlebih dahulu. Baginya seharusnya para pemain lebih dihargai dengan melibatkan mereka.
BACA JUGA : Inggris Waspadai Permainan Fisik Panama
“Itu mengejutkan dan saya pikir keputusan itu – meskipun semua orang bisa memiliki opini dan alasan mereka sendiri – harus didiskusikan dengan kami,” ujar Saul di marca.

“Tetapi para pemain tidak dimintai pendapat. Saya pikir (pemecatan) itu bukan di waktu yang tepat.”

Lebih lanjut, secara pribadi Saul juga merasa segan dengan Lopetegui. Sebab menurutnya tim Spanyol saat ini adalah rancangan Lopetegui. Dialah yang sudah bekerja keras selama dua tahun terakhir untuk membawa Spanyol menuju Piala Dunia.

“Julen (Lopetegui) layak terus melatih setelah membimbing kami sampai di sini dan mempersiapkan tim untuk Piala Dunia dalam dua tahun terakhir bersama kami,” pungkas dia.

Spanyol saat ini sudah meraih empat poin dari dua laga di Grup B dan akan memainkan laga terakhir mereka kontra Maroko, Selasa (26/6) WIB mendatang.