http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2018/08/aaa-1491816988.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Chief executive Bayern Munchen Karl-Heinz Rummenigge menuding Manchester City dan PSG sebagai biang dari meroketnya harga pemain sepakbola belakangan ini.

Saat ini harga pemain sepakbola memang naik drastis. Alhasil sejumlah klub harus merogoh sakunya sangat-sangat dalam hanya demi mendatangkan satu pemain saja.

Sebelumnya memang sudah ada transfer-transfer yang nominalnya begitu besar. Namun sejak transfer Neymar dari Barcelona ke PSG, harga pemain terasa langsung meroket.

PSG secara tiba-tiba memutuskan untuk merekrut Neymar. Padahal Klausul rilisnya sangatlah besar, mencapai 222 juta Euro.

BACA JUGA : MU Siapkan 40 Juta Euro untuk Transfer Yerry Mina

Dari situ, kemudian muncullah banyak transfer yang harganya fantastis. Sebut saja harga kiper anyar Liverpool Alisson Becker. Ia dibeli dari AS Roma dengan harga mencapai 67 juta pounds.

Lalu ada rekan seklubnya di Liverpool yakni Virgil Van Dijk. Ia berstatus sebagai bek termahal di dunia dengan bandrol 75 juta pounds.

Sebelum itu, ada transfer Kylian Mbappe dari AS Monaco ke PSG. Kabarnya bandrolnya mencapai 180 juta Euro.

Yang masih anyar tentu saja adalah transfer Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus. Butuh dana mencapai lebih dari 100 juta Euro untuk bisa memboyongnya dari Spanyol ke Italia.

Rummenigge pun geleng-geleng kepala melihat situasi bursa transfer saat ini. Dikatakannya, semua ini terjadi akibat ulah City dan PSG yang terlalu royal membelanjakan uangnya.

Padahal, uang tak selalu bisa memberikan kesuksesan. Ial lantas mencontohkan kasus Real Madrid, di mana mereka bisa juara Liga Champions bahkan sampai tiga kali beruntun meski tak belanja pemain dengan berlebihan.

“Jika harga meningkat maka kesalahannya terletak pada Manchester City dan Paris Saint Germain,” serunya kepada Merkur.

“Lihat saja apa yang telah dilakukan Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir tanpa menghabiskan hampir apa pun,” sambung Rummenigge.

“Tidak perlu bertingkah gila untuk memenangkan Liga Champions dan ini juga filosofi kami,” tegasnya.