http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2018/08/ed-woodward_27eb6e6.jpg

BERITA BOLA  ONLINE  –  Manajer Manchester United, Jose Mourinho menyebut bahwa saat ini manajer tim harusnya lebih pas disebut sebagai pelatih kepala. Ini merupakan pernyataan untuk menyindir petinggi klubnya.

Sindiran ini dilontarkan Mourinho karena klubnya gagal menggaet pemain anyar di saat-saat terakhir bursa transfer musim panas. Hal ini membuat Mou kecewa.

Di musim ini panas ini United menggaet tiga pemain, mereka adalah Fred, Diogo Dalot, dan kiper gaek Lee Grant. Dari ketiga nama tersebut, hanya Fred yang bisa dibilang akan dimainkan secara reguler.

Meski dihadapkan dengan banyak masalah dalam persiapan musim anyar, Mourinho sukses membawa United meraih kemenangan 2-1 dalam laga Premier League pekan perdana kontra Leicester City dini hari tadi.

BACA JUGA : Abbiati Ungkap Penyebab Bonucci Pergi dari Milan

“Penting untuk meraih kemenangan dan bermain bagus, kami bermain bagus dalam beberapa kesempatan melawan tim bagus yang berinvestasi lebih dari kami,” ujar Mourinho dalam wawancara dengan Sky Sports.

“Kami harus terbiasa dengan tim yang memiliki pemain dengan kualitas yang sama dengan yang kami miliki,” tambah pria asal Portugal tersebut.

Meski menggaet tiga pemain, akan tetapi Mourinho merasa skuatnya tak mengalami upgrade signifikan dari musim lalu karena kegagalan mendatangkan bek tengah. Mou pun menyindir petinggi United, Ed Woodward.

“Setiap tim adalah yang bagus, lupakan nama, lupakan sejarah, lupakan seragam. Ini akan menjadi musim yang sulit bagi semuanya, bukan hanya kami. Saya memiliki rencana selama berbulan-bulan dan kenyataannya saya mengalami situasi yang tak saya harapkan ketika bursa ditutup,” keluh Mou.

“Ini terakhir kali saya membicarakan hal ini. Sudah usai, bursa transfer sudah ditutup. Itulah manajemen sepakbola. Saya rasa sepakbola sudah berubah dan manajer harusnya disebut pelatih kepala. Kami harus menunggu hingga akhir November untuk mengetahui apakah kami bisa memperebutkan gelar,” tukasnya.