http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2018/08/47F296DF00000578-0-image-a-12_1515537184010.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Pemain Arsenal, Alex Iwobi, mengaku bahwa dirinya serta rekan-rekan setimnya sudah berjuang keras untuk meraih hasil positif di laga pekan kedua. Semuanya dilakukan demi sang pelatih, Unai Emery.

The Gunners kembali menuai hasil buruk di Premier League saat menghadapi Chelsea. Bertindak sebagai tamu, Henrikh Mkhitaryan dkk tak mampu membawa pulang tiga angka dan kalah dengan skor tipis 2-3.

Dua gol yang diciptakan Pedro Rodriguez dan Alvaro Morata membuat Arsenal tertinggal lebih dulu, namun berhasil membalas berkat gol Henrikh Mkhitaryan dan Alex Iwobi. Perjuangannya pun terhenti setelah Marcos Alonso mencetak gol pada menit-menit akhir.

Usai pertandingan, Alex Iwobi mengaku bahwa para pemain Arsenal memulai pertandingan rasa gugup yang berlebih. Padahal niat dari rekan-rekan setimnya sudah cukup jelas, mereka akan berjuang demi Emery.

BACA JUGA : Presiden La Liga Lontarkan Tuduhan Keji ke Inter, Juve, dan PSG

“Kami memulai dengan gemetar, saya tidak tahu kenapa. Mungkin kami tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi kami berhasil bangkit dan bermain. Sayangnya, kami tak bisa memanfaatkan kesempatan, ujar Iwobi kepada berita bola online”Kami sangat tinggi di babak pertama. Pesan [dari Emery] adalah melanjutkan performa, terus percaya dan jangan sampai kehilangan diri. Kami berjuang keras untuknya,” lanjutnya.

 Pemain berumur 22 tahun itu mengakui bahwa timnya masih belum benar-benar terbiasa dengan sistem yang diterapkan Emery. Maka dari itu, ia meyakini bahwa The Gunners masih butuh waktu untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

“Kami menikmati latihan, semuanya mempelajari idenya. Ini semua butuh waktu. Seorang pelatih baru, sistem baru, dan para penggemar serta pemain paham itu,” pungkasnya.

Kekalahan ini membuat Emery menjadi pelatih pertama Arsenal pertama yang kalah di dua pertandingan awal sejak Steve Burtenshaw. Pria berumur 82 tahun itu dulunya mengalami tiga kekalahan di tahun 1986.