http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2018/08/javier-tebas-644x362.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Presiden La Liga, Javier Tebas sepertinya sudah benar-benar kehilangan akal dan frustrasi akibat transfer pemain. Dalam dua musim terakhir, terdapat tren mengkhawatirkan di mana bintang-bintang La Liga cenderung terbuka untuk pindah ke negara lain.

Musim lalu, La Liga harus kehilangan Neymar akibat dibajak oleh PSG. Sejak pembajakan itu, Tebas sudah marah-marah kesana-kemari, kepada setiap orang yang mau mendengarkannya. Ia juga menghina Manchester City yang disebutnya didanai oleh negara tertentu.

Musim ini, La Liga kembali harus kehilangan salah satu bintang utama mereka; Cristiano Ronaldo yang bergabung ke Juventus. Tak cukup sampai di situ, Luka Modric juga ngotot minta dijual ke Inter Milan.

Tebas nampaknya sudah tak bisa lagi menahan emosinya dan melontarkan berbagai tuduhan kepada semua klub yang membeli pemain-pemain bintang La Liga.

Ketakutan para bintangnya akan hengkang, Tebas melontarkan tuduhan kepada PSG, Juventus, dan Inter Milan. Menurutnya, PSG dan Inter sudah melakukan trik kotor di bursa transfer kali ini.

“Kami tidak bisa bersaing melawan klub-klub seperti PSG atau Inter Milan yang bertindak curang. Sekarang kita harus bertanya kepada diri sendiri, mengapa klub-klub ini membuat inflasi di bursa transfer dengan pembelian pemain yang mereka lakukan…” cetus tebas kepada berita bola online.

BACA JUGA : Beri Emery Dua Musim, Ia Akan Bawa Arsenal Naik Level

Yang menarik, PSG dan Inter Milan sebenarnya tidak menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan pemain. Secara keseluruhan, Inter menghabiskan 77,5 juta euro yang merupakan angka yang normal untuk tim yang tampil di Liga Champions. Sementara itu, PSG menghabiskan 172 juta euro, di mana 135 juta di antaranya adalah untuk memenuhi transfer Kylian Mbappe yang dicapai musim lalu.

Sebagai pembanding, di La Liga sendiri, Barcelona menghabiskan 125 juta euro untuk mendatangkan pemain musim ini. Sedangkan musim lalu, mereka membayar 339 juta euro untuk membeli pemain ke Camp Nou. Sementara itu, Atletico Madrid juga menghabiskan 123,5 juta euro musim panas.

Tebas kemudian mempertanyakan transfer Cristiano Ronaldo ke Juventus. Tebas sepertinya tidak percaya bahwa Juventus memiliki uang yang cukup untuk membayar biaya transfer CR7 dari Real Madrid.

“Ada beberapa hal yang terjadi dan seharusnya tak terjadi. Contohnya seperti yang dilakukan PSG atau Juventus yang membeli Cristiano Ronaldo. Lalu tawaran Inter Milan. Inter tidak punya uang untuk membeli pemain tapi tetap menawarkan banyak uang untuk mendatangkan Modric. Saya tidak tahu dari mana datangnya uang itu,” imbuhnya.

“Apakah ada klub Eropa lain yang curang? Di Juventus, saya tidak tahu. Tapi kita harus mencermati bagaimana operasi transfer Ronaldo itu akan berkembang nantinya. Yang jelas, tawaran Inter untuk Modric itu jelas dengan cara curang. PSG saat membeli Neymar juga curang.”

Tudingan Tebas terhadap Juventus itu sepertinya tidak didasari dengan fakta yang ada. Sebelum membeli Ronaldo, Juve sudah membeli Higuain dengan harga yang hanya terpaut sedikit. Artinya, Juve punya kemampuan untuk membayar biaya transfernya.

Selain itu, Juve juga membayar biaya transfer Ronaldo dengan dicicil selama dua tahun. Juve bahkan rela mengorbankan beberapa pemain termasuk Higuain dan Caldara agar ruang gaji mereka bisa cukup longgar untuk membayar Ronaldo. Tapi di sisi lain, kehadiran Ronaldo juga memberikan efek finansial yang instan bagi Juventus. Dalam 24 jam sejak diumumkan, penjualan jersey Ronaldo sudah bernilai setidaknya 60 juta euro.