http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2019/01/610404-cebe4691d347fd3920cd15b1e73452e7.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Pernyataan striker Real Madrid, Karim Benzema, masih sulit dilupakan oleh Didier Deschamps. Pelatih Timnas Prancis itupun mengaku masih tak sudi memaafkannya, apalagi sampai memasukkan namanya ke dalam skuat Les Blues.

Pemain berumur 31 tahun tersebut sudah diasingkan dari timnas Prancis sejak tahun 2015 lalu. Kala itu, Benzema mendapat tudingan telah melakukan pemerasan terhadap salah satu rekan setimnya, Mathieu Valbuena.

Namanya sempat dipertimbangkan masuk ke dalam skuat Les Blues untuk ajang Piala Dunia 2018 kemarin. Namun, Deschamps tetap tak bergeming dan lebih memilih pemain-pemain lainnya ketimbang eks pemain Olympique Lyon tersebut.

Pengasingan dari Timnas Prancis membuat Benzema marah hingga ia tak bisa lagi menahan kritikan untuk presiden FFF (federasi sepak bola Prancis), Noel Le Graet. Ia menuding bahwa Graet mendukung keputusan Deschamps untuk tidak membawanya ke Rusia.

Deschamps sendiri punya alasan yang kuat mengapa tidak menyertakan namanya bersama Paul Pogba dkk. Dua setengah tahun yang lalu, eks pelatih Juventus tersebut marah besar akibat pernyataan kontroversi yang dilontarkan Benzema.

BACA JUGA : Carvalho Semprot Madrid karena Kepergian Ronaldo

Kala itu, Benzema tidak dipanggil membela Prancis untuk pagelaran Piala Eropa 2016. Ia kesal dan menuding Deschamps sebagai sosok yang rasis karena tidak memilihnya masuk ke dalam skuat lantaran darah Aljazair yang mengalir di tubuhnya.

Hal itu jelas membuat Deschamps marah, dan rasa kesalnya masih ada hingga sekarang. Belum lama ini, pelatih berumur 50 tahun itu mengaku masih belum bisa memaafkannya karena dinilai sudah kelewatan dalam berbicara.

“Beberapa orang bisa melontarkan pernyataan dengan konsekuensi melewati pemahaman, dan saya tak bisa melupakan itu. Pada saat itu, saya merasa ada batas yang telah terlewati,” ujar Deschamps kepada berita bola online.

“Saya memilih pemain Prancis, semuanya orang Prancis, dan tak pernah terpikir untuk memilih seseorang karena warna kulit ataupun agamanya,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, Timnas Prancis memang terkenal dengan keberagaman rasnya karena kebijakan negara yang menerima imigran. Badan statistik Prancis, INSEE, berujar bahwa sedikitnya 6 juta penduduk Prancis merupakan imigran dari berbagai negara.