http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2019/02/7a44de64940113ae56f64c3da3857e61.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Lazim bagi seorang pemain sepak bola punya sebuah selebrasi gol yang unik dan jadi ciri khas. Dulu, ada Gabriel Batistuta dengan selebrasi ‘Rambo’. Lalu Peter Crouch dengan tarian robotnya. Dan, ada juga selebrasi khas dari Cristiano Ronaldo.

Hal yang sama juga dimiliki oleh eks pemain Bayern Munchen, Luca Toni. Pria asal Italia tersebut dikenal dengan cara selebrasi yang unik. Sesaat setelah dia mencetak gol, Toni akan berlari lalu memutar tangan kanannya di telinga. Ini adalah gaya khas Toni.

Toni memang hanya membela Bayern selama tiga musim. Namun, dia memberikan kontribusi yang cukup besar. Ada tiga gelar juara yang diberikan yakni juara Bundesliga [2007/08], DFB Pokal dan German League Cup [2007]. Toni juga jadi top skor Bundesliga pada musim 2007/08 dan Liga Europa pada musim yang sama.

Nama Toni mungkin memang tidak setenar Miroslav Klose. Tapi, sosok yang membawa Italia jadi juara Piala Dunia 2006 ini tetap punya tempat tersendiri di hati fans Bayern. Sebanyak 58 gol di berikan untuk Bayern dari semua laga yang dia mainkan. Artinya, sebanyak itu juga selebrasi gol ikonik Toni dinikmati oleh fans Bayern.

“Saya sebenarnya mencoba selebrasi itu dengan tidak sengaja. Tapi kemudian saya merasa nyaman karena sering memakainya ketika mencetak. Jadi, saya pikir itu kemudian menjadi hal yang penting,” ucap Luca Toni kepada berita bola online dalam acara Media Visit Bundesliga di Munich pada Jum’at (22/2/2018).

BACA JUGA : Cole: Para Pemain Ingin MU Permanenkan Solskjaer

Era Luca Toni bermain di Bayern bersamaan dengan Miroslave Klose, salah satu legenda Bayern. Top skor Piala Dunia sepanjang masa tersebut bermain di Bayern pada kurun waktu 2007–2011. Toni dan Klose pun dikabarkan punya riwayat persaingan yang sengit dan hubungan kedua pemain tak cukup bagus.

Tapi, mantan bomber Fiorentina membantah jika dia dan Klose punya hubungan yang buruk. Sebab, meskipun punya gaya bermain yang hampir sama, tapi mereka bisa bermain bersama. Toni menyebut Klose dan dirinya adalah tipikal pemain berposisi penyerang yang berbeda.

“Saya lebih suka menunggu di kotak penalti dan lebih sering berduel. Tapi, Klose bermain dengan cara yang berbeda, dia punya skill yang bagus saat satu lawan satu dengan lawan. Dia pemain bagus dan kami punya hubungan yang baik selama ini,” sambung Toni.

Pernyataan Toni diperkuat oleh eks pemain Bayern Munchen yakni Lothar Matthaus. Pria berusia 57 tahun itu menilai jika duet Toni dan Klose bisa jadi andalan Bayern. Sebab, mereka bisa saling membantu satu sama lain dan akan menyulitkan barisan pertahanan lawan jika bermain bersama.

“Klose punya kemampuan untuk sedikit lebih ke samping, walau dia adalah seorang penyerang tengah. Toni bisa berduel dengan baik dan mereka adalah sosok yang berbahaya di kotak penalti. Menjaga salah satu dari mereka saja sulit, apa lagi menjadi dua pemain. Akan lebih sulit,” papar Matthaus.