http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2019/10/David-Bentley.jpg

BERITA BOLA ONLINE – David Bentley mengenang kisah yang pernah ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri saat masih memperkuat Arsenal. Salah satunya ialah waktu dua rekannya, Pascal Cygan dan Kolo Toure, bertikai besar-besaran sampai melibatkan 15 orang.

Bentley merupakan salah satu pemain binaan akademi Arsenal yang mengalami kegagalan. Ia sempat berhasil menembus skuat utama asuhan Arsene Wenger kala itu, namun keberadaan sosok seperti Dennis Bergkamp membuat kesempatan bermain untuknya menjadi terbatas.

Karena itulah, Bentley menghabiskan sebagian besar karirnya dengan status pinjaman. Sampai kemudian ia menemukan tempat berlabuh di Blackburn Rovers dan berhasil mengantongi 88 penampilan dalam ajang Premier League selama dua musim.

BACA JUGA : Ansu Fati dan Berbagai Alasan Barcelona Berhenti Mengejar Neymar

Karirnya terbilang singkat. Ia memutuskan pensiun saat masih berusia cukup muda, yakni 29 tahun. Meskipun demikian, Bentley tetap bisa mengantongi satu pengalaman yang bisa diceritakan kepada khalayak ramai.

Bentley menceritakan salah satu momen besar yang terjadi di dalam tubuh Arsenal. Suatu ketika, Pascal Cygan dan Kolo Toure mengalami pertengkaran hebat yang melibatkan banyak orang di sekitarnya.

“Saya ingat Pascal Cygan dan Kolo Toure mengalami pertengkaran. Saya beritahu anda, sangat sulit untuk memisahkan mereka!” tutur Bentley saat diwawancarai oleh berita bola online beberapa waktu lalu.

“Sampai ada sekitar 15 orang yang mencoba untuk memisahkan mereka, saya sudah pasti takkan berada dalam satu ring bersama mereka!” tandasnya.

Intensitas dalam sesi latihan Arsenal kala itu sangatlah tinggi. Bahkan katanya, pertengkaran adalah hal yang lumrah di sana. Bentley sendiri mengungkapkan bahwa dirinya sering ‘dihantam’ oleh sosok yang lebih senior seperti Patrick Vieira.

“Anda takkan menyadarinya sampai pergi. Setiap hari latihan sangatlah intens, ibarat sebuah laga di tiap harinya. Anda masuk sebagai pemain muda yang mencoba untuk membuka jalan bagi dirinya sendiri,” tambahnya.

“Vieira akan menghantam saya setiap hari, Henry, [Giovanni] Van Bronckhorst. Anda pulang dengan mata hitam, akan selalu ada pertengkaran,” tandasnya.

Suasana latihan yang sangat intens itu ada tujuannya. Rupanya agar para pemain bisa membentuk mentalitas pemenang. Hasilnya pun terlihat, mereka sempat meraih trofi Premier League dengan status ‘invincibles’.