http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2019/10/Stefano-Pioli-380-Reuters.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Klub raksasa Italia, AC Milan, membuat publik mengernyitkan dahi karena mengangkat pelatih minim prestasi lagi. Di saat mereka sedang membutuhkan sosok yang bisa membangkitkan tim untuk berbicara di papan atas Serie A.

Milan dikenal sebagai klub Italia dengan pencapaian paling banyak di ajang Liga Champions. Terhitung mereka telah meraih trofi bergengsi tersebut sebanyak tujuh kali sampai saat ini.

Sayangnya, jangankan menjadi juara, ikut berpartisipasi dalam pentas tersebut dalam beberapa tahun terakhir pun tak mampu. Perjalanan mereka di ajang Serie A selalu kandas di luar empat besar.

Situasinya semakin terpuruk pada saat ini. Dalam situasi di mana mereka tidak terlibat dalam kompetisi Eropa, klub berjuluk Rossoeri tersebut justru terdampar di peringkat 13 klasemen sementara Serie A dengan raihan sembilan poin saja.

BACA JUGA : Gabriel Martinelli Berpeluang Gabung Timnas Italia?

Milan tahu bahwa situasinya sedang genting. Manajemen klub lantas membuat keputusan memecat sang pelatih, Marco Giampaolo. Sosok yang mereka tunjuk untuk menggantikan Gennaro Gattuso pada bulan Mei lalu.

Sebagai penggantinya, Milan mendatangkan Stefano Pioli sebagai pelatih terbarunya. Keputusan ini kemudian membuat publik ragu, sebab Pioli tidak memiliki prestasi yang mentereng selama berkarir di dunia kepelatihan.

Pada musim lalu, perjalanannya bersama Fiorentina tidak berjalan sampai tuntas. La Viola nyaris masuk dalam jurang degradasi di bawah asuhannya. Sehingga wajar bila Milan mendapatkan sorotan karena keputusannya itu.

Direktur sekaligus legenda Milan, Paolo Maldini, coba membuat publik yakin dengan pernyataannya saat menghadiri konferensi pers baru-baru ini. “Pioli bukanlah pertaruhan,” bukanya singkat, seperti yang dikutip dari berita bola online.

Mengenai Giampaolo, Maldini sendiri sebenarnya meyakini bahwa keputusan tim sudah tepat untuk menunjuknya. Ia merasa mantan pelatih Sampdoria tersebut adalah pilihan tepat untuk membimbing pemain-pemain muda Milan untuk berjaya.

“Jika kami kembali ke masa lalu, dia adalah pilihan yang tepat untuk tim muda, namun itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saya membela Giampaolo karena itulah yang harus dilakukan,” lanjutnya.

Dengan menunjuk Pioli, Maldini berharap Milan bisa segera keluar dari masa keterpurukannya. Harapannya masa-masa kelam ini tidak berjalan sampai 10 tahun ke depan.

“Kami masih punya 31 laga. Kami masih bisa memutarbalikkan situasi musim ini. Kami tak ingin menunggu agar bisa menjadi kompetitif dalam waktu 10 tahun,” tandasnya.