http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2019/12/0_Jorginho-2.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Chelsea memetik kemenangan krusial atas Lille pada matchday 6 Grup H Liga Champions  The Blues tampil tangguh di Stamford Bridge, menang 2-1, dan memastikan langkah ke babak 16 besar.

Pertandingan itu benar-benar penting bagi The Blues, mengingat mereka berada di tengah kesulitan akhir-akhir ini. Tim asuhan Frank Lampard itu hanya bisa memetik satu kemenangan pada lima pertandingan sebelumnya di semua kompetisi.

Untungnya, kali ini Chelsea bisa bangkit dengan penampilan impresif. Lampard selalu mengandalkan pemain muda sejak awal musim, tapi kali ini pemain-pemain senior Chelsea-lah yang memikul beban tim pada laga sulit.

Jorginho merupakan salah satu pemain terbaik Chelsea pada laga itu lewat permainan impresifnya.

Gelandang Italia ini tampil luar biasa, dia mengatur tempo dan nada permainan Chelsea dari lini tengah. Berkat Jorginho, The Blues bisa mendominasi penguasaan bola dan menyuguhkan permainan yang mengalir dengan lembut.

Sayangnya, beberapa laga terakhir Jorginho tidak bermain karena Frank Lampard lebih menyukai Mateo Kovacic. Posisi Kante tidak tergoyahkan, artinya Jorginho harus bersaing dengan Kovacic untuk merebut satu spot tersisa.

Dua pemain ini punya gaya bermain yang mirip, tapi sebenarnya ada satu perbedaan besar pada pertarungan Kovacic vs Jorginho ini. Lampard mungkin lebih menyukai pekerja keras, karena itu Kovacic dipilih.

BACA JUGA : Chelsea vs Lille, Duel Pemungkas Fase Grup Rasa Knock-Out

Kovacic memang mumpuni, dia juga bisa memberikan umpan-umpan tepat sasaran. Namun, ada satu perbedaan besar: menuntaskan umpan dan mendominasi penguasaan bola saja tidak cukup.

Chelsea pun membutukan umpan berkualitas yang bisa mendongkrak kekuatan di lini serang, Jorginho jelas lebih baik dari Kovacic dalam hal ini. Juga, kemampun Jorginho mengatur tempo bisa meringankan tugas para bek.

Kepa Arrizabalaga hanya bisa menorehkan 56,36% penyelamatan musim ini. Kekurangan Kepa ini justru menegaskan pentingnya peran Jorginho untuk memanipulasi tempo permainan. Hal inilah yang tidak bisa dilakukan Kovacic dengan energinya yang luar biasa.

Ada alasan kuat mengapa Chelsea tampil luar biasa ketika Jorginho diduetkan dengan Kovacic di lini tengah musim ini. Benar, mereka memang kehilangan kekuatan Kante di lini tengah, tapi setidaknya ada Kovacic yang menutup sebagian celah itu.

Jorginho mungkin tidak setangguh Kante dan Kovacic perihal merebut bola atau duel-duel fisik. Namun, soal menjaga ritme dan membangun serangan, dia tetap yang terbaik.

Lampard seharusnya melihat kondisi ini sebagai opsi. Ketika butuh menyerang dan mencetak banyak gol, duet Jorginho-Kovacic jelas lebih cocok. Lalu ketika harus bertahan, Kante-Kovacic pasti paling tangguh.