http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2020/03/ivan-gazidis-milan-0_1a2bf1b.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Urusan Zvonimir Boban dengan AC Milan belum selesai kendati telah dipecat dari jabatannya. Ia secara gamblang mengatakan kalau klub berjuluk Rossoneri itu menerapkan konsep diktator selayaknya di Korea Utara.

Pemecatan Boban sendiri bukannya tanpa alasan. Beberapa waktu lalu, pria berdarah Kroasia itu melontarkan serangan terhadap CEO Milan, Ivan Gazidis. Serangan tersebut berkaitan dengan pelatih RB Leipzig, Ralf Rangnick.

Dalam wawancaranya bersama Berita Bola Online, Boban mengatakan bahwa Gazidis membuat kesepakatan dengan Rangnick secara diam-diam tanpa diketahui oleh dirinya. Dan ia mengaku tidak suka dengan tindakan seperti itu.

Pada akhirnya, ia dipaksa angkat kaki dari San Siro. Beberapa laporan menyebutkan kalau dirinya bukanlah satu-satunya sosok yang akan meninggalkan Milan. Direktur sekaligus legenda klub, Paolo Maldini, juga disebut akan mengikuti jejaknya.

 

Pemecatan telah memutuskan hubungan resmi antara Boban dengan Milan, tapi masalahnya tidak berhenti sampai di situ saja. Baru-baru ini, ia kembali melancarkan serangan dengan berkata kalau Rossoneri menerapkan kepemimpinan diktator.

“Saya tidak sadar bahwa kami berada dalam diktatorisme seperti di Korea Utara,” ujar Boban saat diwawancarany Berita Bola Online pada hari Minggu (8/3/2020) waktu setempat.

“Wawancara saya secara hukum sempurna dan tiba setelah banyak pertanyaan serta tuntutan untuk melakukan klarifikasi yang tidak dijawab,” lanjutnya.

BACA JUGA :Guardiola: Solskjaer Buat MU Semakin Berbahaya!

Sekarang Boban ingin menempuh jalur hukum. Disebutkan kalau dirinya akan menggunakan jasa konsultan legal yang pernah dia temui saat bekerja di FIFA. Ia menuntut bayaran atas kontrak tiga tahun yang selesai begitu saja setelah sembilan bulan.

Komplain yang ingin diajukan Boban tidak melulu soal materi. Ia juga ingin menuntut Milan yang telah mempekerjakan dirinya dan Paolo Maldini di wilayah sepak bola, yang di mana Gazidis telah langkahi saat bernegosiasi dengan Rangnick.

“Mereka mencapai kesepakatan dengan Rangnick pada bulan Desember. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya, namun mereka paling tidak bisa memberitahu saya soal ini. Saya pantas mendapatkan informasinya,” tambahnya.

Pernyataan tersebut keluar kurang dari 24 jam setelah dipecat oleh Milan. Padahal Gazidis telah mengucapkan kalau Milan akan tetap mempercayakan pos nahkoda klub kepada pelatih saat ini, Stefano Pioli.

“Stefano Pioli beserta stafnya telah melakukan tugasnya sangat baik dengan menumbuhkan performa tim setiap pekannya dan akan terus mendapatkan dukungan penuh selama mereka terus melanjutkan pekerjaan ini,” ucap Gazidis.