http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2020/04/club-brugge_9d27363.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Sebuah informasi menarik datang dari Belgia. Gelaran kasta tertinggi sepakbola Belgia, Jupiler League kemungkinan besar akan menjadi Liga Eropa pertama yang dibatalkan karena pandemiĀ virus corona.

Seperti liga-liga lainnya, gelaran Jupiler League sudah ditunda sejak beberapa pekan yang lalu. Hal ini dikarenakan pandemi virus corona juga mulai menjangkiti Belgia, di mana tercatat sudah ada 15 ribu kasus positif corona.

Baru-baru ini, Direksi Jupiler League mengadakan rapat tertutup. Mereka membahas mengenai kelanjutan penyelenggaraan kompetisi.

Berdasarkan hasil rapat itu, Direksi Jupiler League merekomendasikan untuk penghentian Liga secara permanen. “Direksi Pro League hari ini mengadakan rapat melalui telekonferensi, dengan agenda untuk membahas kelanjutan kompetisi di tengah-tengah krisis virus corona,” buka pernyataan resmi mereka kepada Berita Bola Online.

“Berdasarkan hasil pertemuan ini, Direksi mempertimbangkan rekomendasi dari dr. Van Ranst dan juga dari pemerintah Belgia bahwa tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan sebelum 30 Juni. Digelarnya kembali kompetisi ini juga tidak sebanding dengan resiko kesehatan yang mengancam pemain, pegawai dan semua yang terlibat di kegiatan ini.”

“Dewan Direksi sepakat untuk tidak melanjutkan kompetisi setelah tanggal 30 Juni. Dengan mempertimbangkan semua elemen yang ada, Dewan Direksi akan merekomendasikan musim kompetisi 2019/2020 untuk tidak dilanjutkan kembali.” bunyi pernyataan resmi tersebut.

BACA JUGA : Juventus Ajukan Tukar Tambah Matthijs De Ligt dengan Paul Pogba, Angkut Gak Nih?

 

Menurut laporan yang dilansir Sky Sports, penghentian Liga Belgia ini akan membuat Club Brugge selaku pemuncak klasemen Jupiler League menjadi kampiun kompetisi ini.

Namun sebagai informasi, format kompetisi Liga Belgia dan liga-liga besar Eropa cukup berbeda. Setelah melalui 30 pertandingan di Liga, kompetisi akan dilanjutkan dengan babak playoff.

Enam tim teratas di klasemen akan bertarung untuk memperebutkan siapa yang menjadi juara Jupiler League dan juga siapa yang berhak mendapatkan jatah ke Liga Europa.

Namun pengukuhan status juara dan keputusan akhir penghentian musim kompetisi 2019/2020 ini akan diambil dalam rapat besar antara Direksi Liga dan 16 kontestan Jupiler League pada tangga 15 April mendatang.

Jika Club Brugge disepakati menjadi juara Liga Belgia musim ini, maka kabar ini bisa menjadi kabar yang baik untuk Liverpool.

Salah satu alasan mengapa Club Brugge diusulkan menjadi juara karena mereka saat ini berada di puncak klasemen Jupiler League. Mereka unggul 15 poin dari Gent yang berada di posisi kedua.

Situasi ini mirip dengan Liverpool di Premier League. Liverpool saat ini unggul 25 poin dari Manchester City di peringkat kedua. Mereka hanya butuh tambahan enam poin sebelum dinobatkan menjadi juara, sehingga jika mengacu pada keputusan yang diambil Liga Belgia, seharusnya Liverpool bisa dinobatkan jadi juara EPL musim ini bila musim 2019/2020 resmi dihentikan.

Namun sebagai catatan, matchday di Liga Belgia hanya kurang satu matchday lagi, dan setelah itu, seharusnya kompetisi ini dilanjutkan ke babak playoff. Sementara Premier League masih menyisakan 11 pertandingan dan tidak ada babak playoff.

Itulah mengapa banyak klub yang menolak untuk menjadikan Liverpool auto juara jika EPL 19/20 dihentikan, karena masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi di 11 pertandingan tersebut.

Gelaran Premier League saat ini masih mengalami penundaan.

Paling cepat, pertandingan di Inggris akan kembali digelar pada tanggal 1 Juni mendatang.