http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2020/06/david-luiz-l_c035283.jpg

BERITA BOLA ONLINE -Setelah tiga bulan tidak bermain sepak bola, Arsenal ternyata belum berubah. Pada pertandingan pertama mereka, Kamis (18/6/2020) dini hari WIB, menyambangi Manchester City, The Gunners menyerah tiga gol tanpa balas.

Kekalahan ini menegaskan bahwa jeda tiga bulan tidak berdampak positif bagi Arsenal. Masalah mereka masih sama, Mikel Arteta masih kesulitan, dan sekarang harus berusaha bangkit.

Benar, kalah-menang merupakan hal biasa, tapi cara Arsenal kalah kali ini tidak bisa dimaafkan dengan mudah. Skenarionya sama dengan penampilan buruk sebelumnya: bek yang tampil buruk dan blunder.

Sebelum sepak vola dihentikan sementara pada Maret 2020 lalu, sebenarnya Arsenal mulai menunjukkan tanda-tanda positif. Meski tersingkir dari Liga Europa, Arteta perlahan-lahan bisa mengembalikan identitas klub.

Sayangnya, perkembangan itu terhenti begitu saja, Arsenal kembali mundur beberapa langkah. Kekalahan ini adalah bukti, yang mengingatkan fans Arsenal terhadap mimpi buruk mereka.

Skenarionya tidak berbeda. Arsenal memulai dengan baik, sempat memberi harapan, lalu bek mereka membuat kesalahan dan berujung kebobolan.

Setelahnya, permainan Arsenal jadi kacau balau dan akhirnya kalah,di kuti dari Berita Bola Online.

David Luiz, nama yang mungkin akan terus dibicarakan sepekan ke depan. Mungkin Arsenal sekarang menyesali keputusan mereka mendatangkan bek senior Brasil itu.

Luiz membuat tiga kesalahan fatal yang berujung pada dua kebobolan Arsenal. Untuk gol pertama, dia jelas gagal menjaga Raheem Sterling. Lalu untuk gol kedua, Luiz menjatuhkan Mahrez di kotak penalti, dihukum kartu merah, dan Arsenal pun kebobolan lagi.

BACA JUGA : Akhirnya Bicara, Ini Kata Aubameyang Soal Isu Tinggalkan Arsenal

Ini bukan pertama kalinya Arsenal dirugikan bek. Musim ini saja Luiz sudah empat kali memberikan penalti pada lawan. Belum lagi menghitung blunder bek-bek lain seperti Sokratis dan Mustafi.

Bukan Arsenal jika tidak diganggu polemik Mesut Ozil. Musim ini, entah berapa kali berita soal absenya Ozil mengganggu konsentrasi sang pelatih.

Setiap kali Ozil tidak bermain, entah mengapa, pelatih Arsenal dinilai seakan-akan membuat kesalahan. Unai Emery pernah jadi korban, sekarang Mikel Arteta pun menghadapi masalah yang sama.

Absennya Ozil seakan-akan jadi dosa besar. Ozil dianggap sebagai pemain terbaik The Gunners, karena itu tidak memainkannya dianggap sebagai sebuah kesalahan.

Memang begitulah, Arsenal.