http://lawyerposts.com/wp-content/uploads/2020/08/erling-haaland_aed8748.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Kekalahan atas Sevilla menunjukkan masalah utama klub raksasa Inggris,┬áManchester United. Mereka kekurangan sosok No.9 yang mumpuni di lini depannya.

Awalnya, trio Mason Greenwood, Anthony Martial dan Marcus Rashford dianggap sudah cukup. Sebab ketiganya menghasilkan sebagian besar dari gol Manchester United pada musim 2019/20 ini.

Namun saat dihadapkan dengan tim yang memiliki gaya bermain bertahan, mereka seolah tidak berdaya. Contoh paling nyata saat Manchester United bertemu Copenhagen pada babak perempat final Liga Europa.

Memang, klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0. Tetapi perlu disadari bahwa mereka melepaskan 14 tembakan on target, sementara satu-satunya gol tercipta dari titik putih.

 

Masalah yang sama terulang di laga semifinal melawan Sevilla pada Senin (17/8/2020) dinihari tadi. Kembali, gol semata wayang mereka tercipta melalui eksekusi penalti Bruno Fernandes.

Manchester United gagal mencetak gol lewat skema open play kendati mampu menghasilkan 20 tembakan selama 90 menit. Pada akhirnya, mereka pun tumbang dengan skor 1-2 setelah Suso dan Luuk De Jong mencetak gol.

Mantan pelatih Timnas Inggris, Steve McClaren, langsung mendeteksi masalah Manchester United. “Mereka memiliki banyak sekali peluang,” ujarnya kepada Berita Bola Online.

“Saya menyaksikan laga itu dan berpikir, jika Robin van Persie ada di sana, Ruud van Nistelrooy, Andy Cole, Dwight Yorke, No.9 yang pernah dimiliki Manchester United bertahun-tahun yang lalu, mereka setidaknya akan mencetak paling sedikit satu dari peluang tersebut.”

Ini adalah kekalahan ketiga Manchester United di babak semifinal dalam kejuaraan musim ini. Dan salah satu penyebabnya, di mata McClaren, adalah ketidakmampuan barisan penyerang dalam memanfaatkan peluang.

“Itulah yang gagal dilakukan Manchester United di tiga semifinal, memenangkan pertandingan besar dengan tidak memanfaatkan peluangnya serta kesalahan pertahanan,” lanjutnya.

Solusinya tentu saja dengan mendatangkan pemain No.9 yang memang mumpuni dalam urusan mengkonversi peluang menjadi gol. Dalam hal ini, McClaren meyakini kalau Erling Braut Haaland adalah pilihan yang tepat.

“Saya telah melihatnya di Dortmund dan dia adalah pemain yang luar biasa dengan usia 20 tahun. Coba bayangkan dia di dalam tim Man United ini,” tandasnya.

Mendapatkan Haaland dari Dortmund pun bukan perkara yang mudah. Manchester United bahkan kesulitan untuk merekrut Jadon Sancho dari tim yang sama. Apalagi Haaland yang belum genap setahun di Die Borussien.

BACA JUGA :